Protes atas iklan Sampoerna - "Lebih baik pulang nama daripada tinggalkan teman"
Pada tanggal 19 Agustus 2011 lalu salah satu anggota milis desentralisasi-kesehatan ([email protected]) melaporkan dan menyampaikan keluhan atas iklan dari produk PT HM Sampoerna yang terpampang di persimpangan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Kyai Haji Noer Ali, Bekasi. Iklan tersebut mengusung kalimat “Lebih baik pulang nama daripada tinggalkan teman” dan di sebelahnya tercantum logo Sampoerna dan tulisan “teman yang asyik”.
Setelah berdiskusi kami berpendapat bahwa kalimat dan logo Anda berasosiasi dengan pernyataan “Lebih baik mati daripada tinggalkan rokok Sampoerna”. Dengan menggunakan pemuda sebagai tokoh dalam iklan Anda, kami berpendapat bahwa iklan tersebut mendorong pemuda Indonesia untuk TIDAK berhenti merokok hingga mati. Melihat gencarnya iklan rokok di Indonesia dan sangat longgarnya peraturan iklan rokok di Negara ini, iklan Anda tersebut akan sangat mempengaruhi keputusan anak muda Indonesia untuk tidak berhenti merokok.
Situs resmi Anda menuliskan “Merokok juga bersifat adiktif dan dapat sangat sulit untuk dihentikan. Ini adalah pandangan setiap organisasi medis dan ilmiah terkemuka di seluruh dunia. Dan begitu pulalah pandangan Sampoerna.” Meskipun perusahaan Anda menyatakan demikian, iklan Anda justru mendorong untuk TIDAK berhenti merokok. Oleh karena itu kami berpendapat bahwa iklan tersebut sangat tidak beretika dan tidak bermoral dengan menganjurkan mati daripada berhenti merokok.
Mengingat kemungkinan bahwa ribuan orang sejak tanggal 18 Agustus 2011 sudah terpapar pada dan terpengaruh oleh iklan tersebut dan masih banyak yang akan terpengaruh di kemudian hari, sebagai kami menyertakan namanya di bawah ini meminta Anda untuk:
1. Menyatakan secara publik jumlah dan lokasi iklan yang mengusung kalimat tersebut di atas dalam bentuk apapun di seluruh Indonesia
2. Segera menarik seluruh iklan yang mengusung kalimat tersebut dari peredaran di Indonesia
3. Menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik karena telah menganjurkan kematian dengan rokok Anda.
Surat ini disampaikan terbuka pada PT HM Sampoerna dan ditembuskan kepada Media Massa, Menteri Kesehatan, Menteri perdagangan, dan P3I (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia) sebagai bentuk protes kami terhadap iklan Anda.
Kami yang mendukung protes ini,
Susy K. Sebayang, SP, MSc - SUMMIT Institute of Development
Prof. Laksono Trisnantoro - Professor Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UGM
dr. Kartono Muhammad
Prof. Hasbullah Thabrany, Center for Health Economics and Policy, Universitas Indonesia
Rachmad Puageno, S.KM - Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI)
dr. Triharnoto, SpPd - Kepala Pelayanan Medis RS Panti Rapih Yogyakarta
Ridhwan fauzi - Pergerakan Anggota Muda IAKMI (PAMI)
Frisca Anindhita, SKM
Agung Dwi Laksono, SKM., MKes - Peneliti Muda, Badan Litbangkes RI
Muhammad Ichsan - Dosen Akuntansi Sektor Publik, Magister Akuntansi UI
Bimo - Konsultan Kesehatan Masyarakat, Jakarta
Dono Widiatmoko - Senior Lecturer, University of Salford, UK
dr. Andreasta Meliala, MKes, MAS - Jogjakarta
dr. Billy - Bandung
Fathurrahman - Ketua Bid. Kastrat kesehatan bangsa dan hukum kesehatan- PP IAKMI
Farrah Aziz SKom, MARS - Bekasi
Prof. Anhari Achadi, FKM UI
Cahya Prihantama, SKM - IAKMI Komisariat Sleman
- Silahkan tambahkan nama anda jika anda setuju pada isi surat protes ini -
Updates
September 28, 2011
Two hundred fifty people have signed this and honestly my head is spinning because I never thought this many folks would actually agree that these billboard slogans are just plain dangerous for kids. It is really wild to see so many names piling up on the screen while I am sitting here drinking coffee and wondering how a company like that even thought this would be okay in the first place.
Reached 250 supporters
September 27, 2011
August 25, 2011
I just saw the number hit a hundred and honestly my coffee cup is shaking a little because I did not expect this to happen so fast. It is wild to think about that many people actually being bothered by that billboard slogan because sometimes it feels like nobody else even notices these things while driving. I really need to figure out the next step for sending this over to them since this is starting to feel like a real conversation now.
Reached 100 supporters
August 24, 2011
August 22, 2011
We are getting so near that one hundred mark and I really think hitting it will force them to at least look at the screen for a second. If you could just ping someone else who might actually care about this reckless advertising language right now that would be just great because honestly I am pacing around my room thinking about how much influence this has on kids.
6 Comments
Gila sih ini. Udah tau rokok bahaya malah bikin iklan yg kesannya nantangin maut. Sampoerna harus tanggung jawab
Sangat tidak etis. Perusahaan rokok kok kampanye nya malah kaya gtu. Gak mendidik sama sekali.
Tolong ya ini iklan dicabut.. anak saya liatnya tiap hari lewat situ. Bahaya bgt buat pola pikir anak2 remaja.
keterlaluan. kalimatnya ngeri banget kesannya seolah nyawa gak ada harganya dibanding produk mereka. harus dicopot sekarang juga!
Segera turunkan iklannya! Jelas banget itu provokasi buat anak muda supaya tetep ngerokok sampe mati. Gak masuk akal.
Sign Petition
We never post to your account. Social sign-in is used only to verify your signature.
Add a comment?
Your signature will be added via . Tell others why you're signing — it's optional.
By signing, you accept iPetitions Terms of Service and Privacy Policy.
Share Petition
Don't stop at signing, share the petition link with friends to multiply our impact
Copy link or share directly
Protes atas iklan Sampoerna - "Lebih baik pulang nama daripada tinggalkan teman"
Pada tanggal 19 Agustus 2011 lalu salah satu anggota milis desentralisasi-kesehatan ([email protected]) melaporkan dan menyampaikan keluhan atas iklan dari produk PT HM Sampoerna yang terpampang di persimpangan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Kyai Haji Noer Ali, Bekasi. Iklan tersebut mengusung kalimat “Lebih baik pulang nama daripada tinggalkan teman” dan di sebelahnya tercantum logo Sampoerna dan tulisan “teman yang asyik”.
Setelah berdiskusi kami berpendapat bahwa kalimat dan logo Anda berasosiasi dengan pernyataan “Lebih baik mati daripada tinggalkan rokok Sampoerna”. Dengan menggunakan pemuda sebagai tokoh dalam iklan Anda, kami berpendapat bahwa iklan tersebut mendorong pemuda Indonesia untuk TIDAK berhenti merokok hingga mati. Melihat gencarnya iklan rokok di Indonesia dan sangat longgarnya peraturan iklan rokok di Negara ini, iklan Anda tersebut akan sangat mempengaruhi keputusan anak muda Indonesia untuk tidak berhenti merokok.
Situs resmi Anda menuliskan “Merokok juga bersifat adiktif dan dapat sangat sulit untuk dihentikan. Ini adalah pandangan setiap organisasi medis dan ilmiah terkemuka di seluruh dunia. Dan begitu pulalah pandangan Sampoerna.” Meskipun perusahaan Anda menyatakan demikian, iklan Anda justru mendorong untuk TIDAK berhenti merokok. Oleh karena itu kami berpendapat bahwa iklan tersebut sangat tidak beretika dan tidak bermoral dengan menganjurkan mati daripada berhenti merokok.
Mengingat kemungkinan bahwa ribuan orang sejak tanggal 18 Agustus 2011 sudah terpapar pada dan terpengaruh oleh iklan tersebut dan masih banyak yang akan terpengaruh di kemudian hari, sebagai kami menyertakan namanya di bawah ini meminta Anda untuk:
1. Menyatakan secara publik jumlah dan lokasi iklan yang mengusung kalimat tersebut di atas dalam bentuk apapun di seluruh Indonesia
2. Segera menarik seluruh iklan yang mengusung kalimat tersebut dari peredaran di Indonesia
3. Menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik karena telah menganjurkan kematian dengan rokok Anda.
Surat ini disampaikan terbuka pada PT HM Sampoerna dan ditembuskan kepada Media Massa, Menteri Kesehatan, Menteri perdagangan, dan P3I (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia) sebagai bentuk protes kami terhadap iklan Anda.
Kami yang mendukung protes ini,
Susy K. Sebayang, SP, MSc - SUMMIT Institute of Development
Prof. Laksono Trisnantoro - Professor Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UGM
dr. Kartono Muhammad
Prof. Hasbullah Thabrany, Center for Health Economics and Policy, Universitas Indonesia
Rachmad Puageno, S.KM - Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI)
dr. Triharnoto, SpPd - Kepala Pelayanan Medis RS Panti Rapih Yogyakarta
Ridhwan fauzi - Pergerakan Anggota Muda IAKMI (PAMI)
Frisca Anindhita, SKM
Agung Dwi Laksono, SKM., MKes - Peneliti Muda, Badan Litbangkes RI
Muhammad Ichsan - Dosen Akuntansi Sektor Publik, Magister Akuntansi UI
Bimo - Konsultan Kesehatan Masyarakat, Jakarta
Dono Widiatmoko - Senior Lecturer, University of Salford, UK
dr. Andreasta Meliala, MKes, MAS - Jogjakarta
dr. Billy - Bandung
Fathurrahman - Ketua Bid. Kastrat kesehatan bangsa dan hukum kesehatan- PP IAKMI
Farrah Aziz SKom, MARS - Bekasi
Prof. Anhari Achadi, FKM UI
Cahya Prihantama, SKM - IAKMI Komisariat Sleman
- Silahkan tambahkan nama anda jika anda setuju pada isi surat protes ini -
Updates
September 28, 2011
Two hundred fifty people have signed this and honestly my head is spinning because I never thought this many folks would actually agree that these billboard slogans are just plain dangerous for kids. It is really wild to see so many names piling up on the screen while I am sitting here drinking coffee and wondering how a company like that even thought this would be okay in the first place.
Reached 250 supporters
September 27, 2011
August 25, 2011
I just saw the number hit a hundred and honestly my coffee cup is shaking a little because I did not expect this to happen so fast. It is wild to think about that many people actually being bothered by that billboard slogan because sometimes it feels like nobody else even notices these things while driving. I really need to figure out the next step for sending this over to them since this is starting to feel like a real conversation now.
Reached 100 supporters
August 24, 2011
August 22, 2011
We are getting so near that one hundred mark and I really think hitting it will force them to at least look at the screen for a second. If you could just ping someone else who might actually care about this reckless advertising language right now that would be just great because honestly I am pacing around my room thinking about how much influence this has on kids.
6 Comments
Iklan ini parah banget. Masa nyuruh anak muda mati cuma gara2 rokok. Beneran gak mikir dampaknya buat masa depan generasi muda.
Gila sih ini. Udah tau rokok bahaya malah bikin iklan yg kesannya nantangin maut. Sampoerna harus tanggung jawab
Sangat tidak etis. Perusahaan rokok kok kampanye nya malah kaya gtu. Gak mendidik sama sekali.
Tolong ya ini iklan dicabut.. anak saya liatnya tiap hari lewat situ. Bahaya bgt buat pola pikir anak2 remaja.
keterlaluan. kalimatnya ngeri banget kesannya seolah nyawa gak ada harganya dibanding produk mereka. harus dicopot sekarang juga!
Segera turunkan iklannya! Jelas banget itu provokasi buat anak muda supaya tetep ngerokok sampe mati. Gak masuk akal.
Help this petition grow
Share it with friends to help reach 250 signatures.
Sign Petition
We never post to your account. Social sign-in is used only to verify your signature.
Add a comment?
Your signature will be added via .
Tell others why you're signing — it's optional.
Signing with Google or Facebook verifies your signature instantly — no email needed.
By signing, you accept iPetitions Terms of Service and Privacy Policy.
Share Petition
Don't stop at signing, share the petition link with friends to multiply our impact
Petitions like this
Other petitions you might want to support
Make your voice count today!
Scan to share
Anyone who scans this can sign the petition.
Iklan ini parah banget. Masa nyuruh anak muda mati cuma gara2 rokok. Beneran gak mikir dampaknya buat masa depan generasi muda.