Skip to main content

Status: Closed — this petition is no longer accepting signatures.

Hapus Dua Hari Libur Nasional di Indonesia!

Hapus Dua Hari Libur Nasional di Indonesia!

Closed — 31 supporters Verified

Final supporters

N
Nugr
T
Tomi r.
J
Jamil A.
S
Someone
J
Jhon k.
H
Husna K.
M
Miko I.
A
Ashrie A.
I
Irma F.
I
Irus P.
+21 more
AH
Started by Akhir Hidayat 6 years, 5 months ago







UPDATE:

Kami bukan anti Kristen! Pastikan Anda membaca petisi dengan hati-hati karena kami hanya meminta Muslims untuk tidak merayakan hari raya orang kafir. Kami tidak Menghentikan umat Kristen dari merayakan kerena hari raya mereka tersebut khusus buat mereka - tetapi sebagai negara muslim, Indonesia tidak harus tunduk pada kebutuhan mereka dengan memberi umat kristen banyak hari libur nasional. Bahkan di Malaysia, tidak ada perayaan seperti ''Wafat Isa Al Masih' dan 'Kenaikan Isa Almasih‘.

“Dilarang bagi umat Islam untuk mengucapkan selamat atas hari raya orang kafir, karena ini menunjukkan sikap rela terhadapnya di samping memberikan rasa gembira di hati mereka.Berkaitan dengan ini Ibnul Qayim rahimahullah pernah berkata, "Mengucapkan selamat terhadap syiar dan simbol khusus orang kafir sudah disepakati kaha-ramannya seperti memberi ucapan selamat atas hari raya mereka, puasa mereka dengan mengucapkan, "Selamat hari raya (dan yang semisalnya), meskipun pengucapnya tidak terjeru-mus ke dalam kekufuran, namun ia telah melakukan keharaman yang besar, karena sama saja kedudukannya dengan mengucapkan selamat atas sujudnya mereka kepada salib. Bahkan di hadapan Allah, hal ini lebih besar dosanya daripada orang yang memberi ucapan selamat kapada peminum khamar, pembunuh, pezina dan sebagainya. Dan banyak sekali orang Islam yang tidak memahami ajaran agamanya, akhirnya terjerumus ke dalam hal ini, ia tidak menyadari betapa besar keburukan yang telah ia lakukan. Dengan demikian, barang siapa memberi ucapan selamat atas kemaksiatan, kebid'ahan dan lebih-lebih kekufuran, maka ia akan berhadapan dengan murka Allah".


"Demikian ucapan beliau rahimahullah!”


(https://id-id.facebook.com/notes/fatwa-fatwa-ulama-dunia-tentang-menyikapi-hari-raya-orang-kafir-seperti-natal-da/10152384647545093/)


===========================

Indonesia adalah negara penduduk muslim terbesar. Lalu mengapa kita harus merayakan begitu banyak perayaan hari besar orang kafir? Bahkan di Malaysia, tidak ada perayaan seperti ''Wafat Isa Al Masih' dan 'Kenaikan Isa Almasih‘.

Bagi umat Islam, istilah hari wafat Isa Al Masih ini kurang tepat, karena menurut aqidah Islam, Nabi Isa alaihissalam tidak mati dan tidak pula disalib.
Secara jelas dan tegas, Allah subhanahu wata’ala dalam Al-Qur’an, Surat An-Nisa, ayat 157, memberikan bantahan tentang penyaliban Nabi Isa alaihis salam sebagai berikut:
وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ


Artinya: “Mereka tidaklah membunuh Isa dan tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa.”


Seorang muslim tidak dibolehkan ikut serta dalam hari raya orang kafir dan perayaannya. Seperti perayaan Wafat Isa Al Masih dan Paskah. Karena keikutsertaan dan menghadiri termasuk membantu dalam kemungkaran, memperbanyak peserta, menyerupai mereka. Semua itu dilarang.
Diriwayatkan oleh Baihaqi dengan sanad shahih dari Umat bin Khatab radhiallahu anhu, dia berkata:
لا تدخلوا على المشركين في كنائسهم يوم عيدهم فإن السخطة تنزل عليهم
Artinya: "Jangan masuk ke gereja orang musyrik pada hari raya mereka. Karena kemurkaan akan menimpa kepada mereka."


Umar juga mengatakan,
اجتنبوا أعداء الله في أعيادهم
Artinya: "Jauhilah musuh-musuh Allah di hari raya mereka.“


Kesimpulannya, bahwa hari raya orang kafir tidak dibolehkan merayakannya dan ikut serta. Seorang muslim hendaknya melalui hari seperti itu sebagaiman hari-hari lainnya. Jangan mengkhususkan dengan makanan, minuman tidak juga dengan lainnya yang menampakkan kegembiraan. Sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang merayakan di hari raya ini.
Karena itu, Indonesia tidak harus mendorong perayaan orang kafir oleh memberi hari libur nasional kepada orang kafir.

Wallahu’alam

Updates

April 2, 2020

Ignore the misinformation suggesting this is an attack on other faiths. We are simply demanding that national holidays align with the identity of a Muslim majority nation. Email your representatives today to demand they remove these two specific dates from the official calendar.

April 2, 2020

Momentum kita meningkat tajam dan menunjukkan bahwa keresahan ini nyata di tengah masyarakat. Saya minta kalian segera bagikan tautan ini ke grup WhatsApp keluarga dan hubungi perwakilan rakyat di wilayah kalian untuk menuntut perubahan kebijakan libur nasional sekarang juga.

28 Comments

A
Ahu ahu Tralili
6 years ago Featured

Ini bukan negara islam. Tak usah d hapus, soal keyakinan masing2 saja. Kita harus saling toleransi. Dilihat dari teks d atas sepertinya mau memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

U
Umar Izzudin Kiat
4 years ago Featured

Petisi yg bagus, Umat kristiani yg jumlahnya 10% tapi hari libur nya terlalu banyak... bukannya bsaya anti Kristen, tp utk efisiensi produktif 90% Umat Non Kristen yg tidak merayakan... Cukup natal saja... Bukankah negara2 Kristen juga begitu? Bahkan tidak ada hari libur Nasional utk Islam seperti di Eropa atau AMERIKA

R
Rio Ferdian
6 years ago Featured

Anda sudah belajar agama atau belum... Di islam diajarkan toleransi antar umat beragama.... Lagi pula di surah al kafirun sudah di jelaskan.. untuk mu agama mu untuk ku agama ku... Jadi bukan urusan mu mau menghapus hari raya bagi ummat agama lain...

N
Nugr
6 years ago

Josh

F
Furqon Handoko
6 years ago

ini contoh orang muslim yang hanya belajar agamanya setengah setengah, INDONESIA BUKAN NEGARA ISLAM kalau tidak ada agama lain, negara ini gk akan merdeka, pahlawan gk hanya beragama islam, dan islam mengajarkan toleransi bukan rasis seperti ini. tolong dihapus dan ini kenapa ada yang menandatangani orang diluar indonesia? don't be stupid. jangan malu maluin agama islam ya tolong. org kayak anda yg buat ini kenapa masih ada sih di indonesia?? *saya orang muslim

J
Jamil Al Muhdar
6 years ago

Saya dukung petisi ini !!

J
Jemy Arifin
6 years ago

Kenapa sih gak bisa hidup rukun, mari kita saling hidup rukun, saling menjaga.dan mengasihi

A
Anonymous
6 years ago

Saya setuju