Saya ikut serta dalam Pemilu 2014 dan menolak abstein

Sepak terjang anak muda Indonesia dalam politik adalah sebuah keterkaitan yang tidak dapat terpisahkan. Bahkan, anak muda Indonesia sudah berpolitik sebelum republik ini resmi berdiri.

Perjalanan hubungan romantis anak muda Indonesia dan politik selama puluhan tahun ditandai dengan berbagai tonggak penting dalam sejarah Indonesia seperti lahirnya Boedi Oetomo tahun 1908, Sumpah Pemuda tahun 1928, proklamasi kemerdekaan tahun 1945, hingga penurunan Orde Baru dari tampuk kekuasaan pada tahun 1998.

Keikutsertaan anak muda dalam politik, paling tidak, bisa dilihat dalam partisipasinya dalam Pemilihan Umum. Kesadaran politik tidak terbatas pada mengetahui bagaimana cara melakukan ritual politik — pencoblosan kertas suara dalam pemilu — tapi juga mengetahui dengan jelas siapa dan apa yang ia pilih, serta mengapa ia memilihnya.

Harold D. Lasswell, seorang ilmuwan politik dan komunikasi, memberikan pengertian terhadap politik dengan sangat sederhana,“Politics is who gets what, when, how”.Politik berkutat dengan siapa yang mendapatkan apa, kapan dan bagaimana.

Sebagai bagian dari masyarakat, anak muda memiliki kuasa untuk berpolitik. Dengan jumlah yang tidak sedikit — 55 juta jiwa, atau 30 persen dari total pemilih Indonesia Indonesia— anak muda memiliki posisi strategis dalam berpolitik. Anak muda dapat ikut menentukan siapa yang mendapatkan apa, kapan, serta bagaimana mendapatkannya.

Pemilu selanjutnya akan berlangsung kurang dari satu tahun lagi, dan sudah saatnya anak muda menyadari arti dan posisi penting mereka dalam politik Indonesia.

Satu hal yang perlu disadari oleh anak muda adalah peran anak muda dalam politik bukan lagi tentang mengenang romantisme sejarah, namun membuat sejarah baru untuk masa depan. Berpolitik tidak harus selalu identik dengan pergolakan seperti di masa lalu. Perkataan Ong Hok Ham, sseorang sejarawan Indonesia, tentang golongan muda yang hanya dibutuhkan pada masa revolusi tak lagi berlaku saat ini. Peran anak muda juga dibutuhkan dalam masa damai dan cara damai, salah satunya dengan berpartisipasi dan berkontribusi dalam Pemilu.

Partisipasi anak muda dalam Pemilu tahun 2014 selain menentukan masa depan republik ini, akan membuktikan apakah anak muda telah sadar akan arti dan posisi strategis dirinya dalam sistem politik Indonesia. (Courtesy of Steven Yohanes - Ayovote.com)


Mari hilangkan pesimisme kita kepada pemerintahan dan turut ambil bagian dalam memilih kandidat yang tepat.

Discussion

join the discussion

Recent signatures

  • username

    Andreas Haryanto, Indonesia

    8 months ago

Petition highlights

  • We are now live!